cerpen tema agama
“kamu masih sakit.ya?”Tanya ka fatimah
“alhamdulillah sudah cukup baik ka!”rya yang sakit sehingga
tidak bisa hadir kesekolah
“ya,tadi
ada anak baru di kelas,namanya ahmad!!”yusuf yang baru datang bercerita[T1] Yang
tergambar dalam kehidupan yang sulit di pelajari
“kasian ya ahmad ,tadi hanya memakai sendal,baju bajunya sudah
kumal!!”jannah berkata
“katanya mamanya hanya berjualan sayur di pasar dan ayah nya
telah meninggal dunia.adiknya cukup banyak dan kecil semua” yusuf bercerita
Berselang waktu yang cukup ,rya yang sedari tadi di tinggal
teman temannya pulang merasa ada sesuatu
Yang harus ia perbuat.rya yang baru berada di kelas 3 sd itu
memiliki kegelisahan yang sangat tinggi karena ia bingung harus membantu ahmad
dengan cara apa
Apa yang ia punya untuk di berikan pada ahmad,ia mencari-cari
sesuatu yang bisa di berikan
Ia tak berpikir untuk bertanya dan meminta pada orang tuanya
.Yang terbersit di pikirannya ia harus membantu,
Ia menatap satu buah kaos kaki berwarna hijau muda dengan motif
buah.ia sejenak berpikir ia baru membeli kaos kaki ini dan ini kaos kaki yang
sangat ia sukai ,karnanya ia sangat jarang memakainya .
Rya yang memiliki tekad yang bulat untuk memberikan sesuatu
tanpa pernah berpikir apa ahmad suka,seperti apa ahmad itu, apa ia mau menerima
kaos kaki yang sangat sederhana itu.
Disekolah pagi itu,rya yang memiliki tempat duduk di depan
berjalan menghampiri teman baru yang kemaren ia belum sempat kenal karna ia
sakit.
“kamu ahmad ya?”Tanya rya
“iya.kamu kelas ini juga ya?” tanyanya
“iya,aku kemaren sakit jadi belum pernah ketemu..”terang rya
“aku siti ryanti anisa.. pangil aku rya!”rya sambil berjabat
tangan
Rya diam melihat penampilan ahmad,hari ini ia telah memiliki
sepatu meski agak kumal mungkin sudah
ada yang memberinya sepatu,tas pun ia sudah punya dan itu juga adalah
pemberian orang.namun karna niat yang tulus ,untuk memberikan kaos kaki
sederhana itu rya pun berbicara.
“ahmad ini ada kaos kaki untuk mu?maaf ya kalau gambarnya
buah-buahan seperti perempuan”
“ya.terimakasih .tidak apa-apa warna dan gambarnya.”ahmad
dengan raut wajah senang
Besok hari nya rya menemui ahmad sedang menggunakan kaos kaki
pemberianya
Rasa tenang dan bangga ia karena melihat sesuatu yang ia
pandang sederhana namun bermanfat dan berguna untuk orang lain.
Mereka berteman sangat baik, ahmad ,yusuf,rya,dan jannah.
Disetiap harinya senyum bangga tak kuasa rya tutupi dari
wajahnya,ia memiliki teman yang baik dan sabar seperti ahmad.
Ia mengerti makna bersyukur dan mensyukuri dari ahmad sang teman
baru yang selalu bersyukur.
Hari-hari berlalu, tidak pernah di rasa sekarang mereka di
kelas 4 sekolah dasar negri penyuluh budi.
Sungguh tidak pernah terpikir oleh rya ,ahmad masih setia
memakai kaos kaki yang ia beri,kaos kaki yang dulunya berwarna hijau itu mulai
pudar .
Sampai saatnya tiba ahmad harus berpisah dengan mereka semua
temannya di sekolah itu,ibunya yang sendiri membiayai anak yang banyak dan
kecil-kecil itu .memutuskan menitipkan anaknya di salah satu pesanter en di
sebuah wilayah yang kawasannya cukup jauh dari pusat kota.
Ahmad yang berpamitan pada guru wali kelas dan teman-temannya
terlihat sedih,mungkin ia tak ingin keluar dari sekolah ini ,namun karna
biayadan rasa aman yang tak bisa di penuhi ibunya.ibunya mengirim anak
pertamanya yang sudah cukup tau baik dan buruk pada psanteren yang mau mendidik
dan membimbing serta membiayai ahmad.
“aku ingin tetap disini belajar bersama kalian tapi aku harus
memahami keadaan ibu..”terang ahmad pada yusuf,rya dan jannah
“ya kami mengerti. Bila kamu pulang untuk liburan jangan lupa
ke rumah ku ya!!”ajak yusuf
“insyaallah aku akan mampir ke rumah mu..”ahmad sambil
berjabat tangan pada yusuf
Rya yang masih saja berdiam diri karna salah satu teman
terbaiknya harus berpisah lagi darinya ,rya takut tidak akan pernah menemui
arti ketulusan lain ,keikhlasan,yang murni dari hati
Tanpa pernah berpikir timbal balik yang akan ia dapat,ahmad
yang tak pernah tergambar jelas karna belum bertemu namun ia bertekad membantu
ahmad .
@November2011

Komentar
Posting Komentar