cerpen _ cinta ( sudut pandang orang ketiga )
Menjadi
bintang sesungguhnya..
“bin, bangun
sayang..!!” teriak salah seorang ibu paruh baya di depan sebuah ruangan. Dan
yang di dalam mengiyakan
Rumah itu
nampaknya sangat luas dan besar. Segala prabotan pun tersedia di sana dan yang
terlihat baik di dalam maupun diluar rumah itu hanyalah para pekerja rumah
tangga , dan tukang kebun yang terlihat sangat menikamati lagu kroncong yang di
putarnya dari sebuah radio kecil semacam weekmand .
Di ruang
makan nampak seorang bapak-bapak yangs edang asik dengan korannya, dia pun
terlihat sangat lahap menyantap roti yang tersaji di meja itu. Ibu yang
mendekat dan menyodorkan teko the kepada sang bapak hanya diam saja. Namun
terdengar suara dari arah smping meraka
“pagi, bund.
Yah !!??”
“kamu hari
ini mau langsung ke tempat kerja atau kekampus dulu bin?”tanya sang bunda
“kayaknya
kekampus deh ma!! Nanti sekitar jam 10 baru ke rumah sakit “
“bin , kamu
bisa pulang cepat hari ini?!!”
“kenapa
yah?”
“ayah mau
bantuin milih tempat buat kedai baru kawasan thamrin.”
“siap yah,,
bund ku berangkat dulu ya!!?”
“hati-hati”
Di sebuah
kampus negri terbesar di kota itu , tepat di fakultas kedokteran nampak
beberapa mahasiswa sudah stay di depan koridor ,sepertinya mereka sedang
menunggu seseorang karena untuk seorang mahasiswa biasa jadwal perkuliahan di
mulai di jam 8 dan ini baru jam 6 lewat.
Mereka nampak sibuk masing –masing, ada yang sibuk dengan tumpukan
kertas yang di susunnya kedalam map. Ada yang nampak sibuk membaca tanpa
memperhatikan yang lain. Dan ada yang santai hanya mendengarkan musik dari
sebuah i- phone yang di pegangnya.
“pagi,
kalian sudah lama menunggu?” sapa seseorang yang nampaknya sedang di tunggu
para mahasiswa itu.
“tidak juga
pa.” jawab yang sedang membaca buku yang di ketahui bernama nara.
“langsung
keruangan saya..” jawabnya tegas dengan wibawa .
dia
merupakan salah satu lulusan terbaik dari universitas ini dan dia juga dapat
memecahkan rekor sebagai mahasiswa kedokteran yang lulus tercepat dan nilai
sempurna . sehingga sejak setahu yang lalu ketika masih sebagai mahasiswa dia
di beri wewenang untuk menjadi ass. Dosen
dan sekarang dia harus membantu adik- adik kelasnya untuk proses dinas
buat penyusunan TA. Dia yang merupakan ass . dosen yang membimbing adik-adik
kelasnya itu sudah mengajukan izin pada dosen yang bersangkutan untuk tidak
lagi menjadi ass, beliau karena kesibukanya di kerjaannya sekarang. Dan sang
dosen mensyaratkan setelah adik-adik kelasnya lepas. Hal itu buak tanpa alas an
karena salah satu dari adik kelas yang kadang di bantunya untuk konsul tentang
dinas itu ialah mahasiswi termuda yang kuliah di sana dan bersiap menghadapi
masa dinas buat TA.
“kalian
sudah selesai menjalani masa dinas atau praktek . laporan kalian akan saya
tindak lanjuti nanti dalam dua hari kedepan kalian kemari lagi dan jika
pekerjaan kalian sempurna kalian langsung akan saya ajukan ke bapak Rustam,
menegrti”
“iya , pa
saya mau Tanya tentang proses sidang apakah masih erat hubungannay dengan
lapran ini?”dina sebagai mahasiswi termuda
“iya,
sebagai pembanding hasil TA kamu.”
“makasih..”
Di rumah
sakit dokter bintang begitu ia di sapa nampak cukup telaten melayani para
pasien di bangsal rawat jalan. Banyak di antara para pasien nampak berbisik
karena mereka heran dengan dokter muda yang tampan itu nampak tidak mengenakan
cincin kawin.
“dok, umur
doket berapa ?”
“saya 25
bu..”
“muda
sekali, sudah punya istri ?”
“belum bu,
“jawabnya ramah
Itu sudah
biasa di alami oleh bintang di rumah sakit itu. Bintang nampak tergesa –gesa
karena dia harus menemani sanga yah untuk melihat lokasi baru buat rumah makan
yang akan di bangun.
Tempatnya
sudah mantab, arsiteknya handal dan mampu mengubah ruko biasa itu menjadi luar
biasa, dan dekorasinya juga nampak sangat menarik.
Kalau dia
yang bertanya tentang pacar, bintang paling sering menghindar. Dia masih tidak
mau mengonsentrasikan diri ke maslah pacar. Namun iya mulai berpikir ulang
kettika dia melihat sosok lain dari adik
tingkatnya bernama dina. Dina yang kala itu harus di bimbingnya sehingga ia
sering bertemu baik di Jakrta maupun di Bandung yang merupakan tempat dina
tugas dinas saat itu. Namun bintang berpendapat itu hanya rasa kagumnya pada
sosok dina yang supel, ceria dan seperti tanpa beban wlau tugas yang ia jalani
tergolong sulit untuk mahasiswi muda seperti dia.
Ia segera
tersadar dari lamunanya, dan nampak malu dnegan dirinya sendiri yang sibuk
memikirkan orang yang jelas tidak
memperhatiakanya lebih dari seorang guru dan siswanya.
Di sebuah
rumah yang lain yang jelas cukup besar dan sebanding dengan rumah bintang, dina
nampak sedang berkonsentrasi dengan gambar yang dia sempurnakan . itu merupakan
gambar sebuah desain tempat yang akan di kerjakan oleh sang mama. Hayalanya
kenapa kea rah bintang .. dina mencoba berkonsentrasi dan dia tak bisa. Namun
tiba2 datang seorang yang menyapanya
“cinta, kaka
mana?” Tanya sang papa yang nampak baru pulang
“di kamar
kali pa?” papa baru pulang ?”
“ia tadi ada
rapat “
Ceritanya
akan berbeda ketika acara ulang tahun sang anak yang ke 21 tahun , sang papa
nampak bersedia mengundang para penyanyi yang sedang tenar untuk anaknya. Dalam
acra itu beliau yang member sambutan nampaknya sangat menginginkan sang anak
gadisnya bisa sukses dlam segala hal. Sang kakak yang berusia 5 tahun lebih tua
mengingatkan agar sang adik jangan menutup diri dalam hal cinta.karena
sebagaimana di tahu cinta atau dina tidak pernah nampak memiliki sang pujaan
hati.
Di malam itu
nampak dina yang emnerima tamu baik dari mama, papa dan kaka maupun temanya
sendiri nampak sibuk menyalami para tamu. Ketika dia melihat sosok pa bintang
yang di kenalnya sebgai ass. Dos pa rustam nampak hadir di are pesta itu. Dia
sebenarnya bingung kenapa sang ass. Dos ada di sini.
“pa bintang
?”
“oh, iya
selamat ulang tahun ya “
“bapak sama
siapa?”
“jangan panggil bapak bintang saja. Saya sama ortu
disana” nampak menunjuk orang yg di kenal dina tadi ketika sang mama
memanggil ialah tante lis dan om anton
“tante lis
dan om anton ?”
“iya,,”
Mereka hanya
diam karena sebenarnya orang tua mereka telah berjanji akan menjodohkan anak
mereka suatu hari nanti. Dan yang dina tau dia kan di jodohkan dengan orang
yang kuper dan jelek . sedang dalam pikiran bintang ia akan di jodohkan dan
boleh memilih setuju atau tidak dengan orang bernama cinta anak om andi. Memang
nama dina ialah dina cintarya adinata andi saputri . namun bintang tak pernah
mengerucutkan nama itu menjadi panggilan kecil yaitu cinta.
Mereka baru
tau akan di jodohkan di kurun wkatu satu bulan terakhir dan orang tua
menjanjikan bertemunya di pesta ulang tahun cinta.
Mereka
kemudian sama2 tertawa , karena menyadari ynag di lakukan orang tua mereka yang
namapak kolot ingin menjodoh kan anak di era modern.
Orang tua
mereka nampak terkejut karena dasarnya cinta dan bintang belum di pertemukan
secara khusus dan baru akan setelah acara ulang tahun ini sehingga lebih bnayk
waktu untuk meminta pendapat masing- masing.
Cinta memang
pengagum bintang bahkan konsep acara ulthnya setiap tahun adalah bintang dan
hiasan di dinding menjadi tema cinta ialah bersinar lebih dari bintang.
Bintang
menunjuk tulisan itu dan berkata
“sekarang
kamu bisa lebih bersinar kan dari bintang , kmau bisa lulus lebih cepat di
banding dokter muda yang tampan bintang”
“hahaha..iya
ya itu baru satu “
“memang kamu
ingin menaklukan bintang dalm hal apa lagi?”
“hatinya..”
jawab cinta dengan sedikit pelan
Dan itu
daalah jawaban dari semua yang terhadir dalm kehidupan mereka, bagaimana suatu
kisah yang mereka lewati di bandung, sebagai guru dan murid di kampus.
#itu cerita
perjodohan yang berujung indah, namun semua pasti punya jjalan masing masing
Mungkin
suatu waktu kita terhimpit di perjodohan orang tua jangan langsung berkata
tidak sebelum kamu tahu dan semuanya menjadi beres .orang tua tak memiliki
kuasa tuk kita menentukan jodoh untuk kita. Yang menjalani adalah kita
Rantau, 12
agustus 2012
Komentar
Posting Komentar