cerpen sudut pandang orang pertama ,( pasif)


<3 Aku Bayu <3

Adalah aku Bayu Andrian Wijaya , aku adalah anak kedua dari keluarga Andi Wijaya , seperti biasa kau bangun terlambat namun hari ini lebih baik dari pada kemaren yang gk bangun kalau gak di bangunin  oleh kakak ku yg super cantik. Aku bersekolah disekolah yg tergolong favorit,  kelas xii IPA I aku memiliki 3 teman yang hampir setiap waktu bersama. Adan, elang, dan arman. Aku bisa dikatakan cukup ganteng hampir semua cewk disekolah dan sekitar mengatakan demikian,( jadi bukan karna ku narsis ya J ) aku pun memiliki keluarga yang cukup terpandang,, dan ini sebenrnya cerita risih yang kualami hampir setiap waktu kalau anak-anak cewek yang sengaja lewat didepan rumah ku untuk sekedar berharap aku kebetulan keluar selalu saja berharap yang lain yaitu ayah ku yang tergolong tampat diusianya yang sudah tak muda lagi. Bayak yg mengatakan aku sangat meirip dengan ayah ku . (sudah cukup nanti kuceritakan lebih , tentang ayah ku di kesempatan lain).
“bayu!!kau sudah mandi sayang??” nampaknya bunda ku kurang yakin aku sudah siap  sekolah
“sudah bund, ini ku siap keluar”
Yah beginilah setiap harinya, selalu aku jadi topic dimeja makan. Entah karna ku telat lah, apalah , tapi bagaimanapun aku bangga terlahir dikeluarga ini.
Disekolah aku duduk bersama alex , dan elang dibelakangku .. aku dikenal cuek malah super oleh banyak pihak disekolah termasuk sang kepala sekolah , dikelas hampir setiap waktu gadis-gadis itu berkumpul untuk sekedar membahas apa yang aku gunakan, entah lah, semakin mereka membicarakanku aku akan semkin bersifat pasif pada mereka.
Aku yang dikenal masa bodoh dengan lingkungan sekitarku namun ini nyata bedanya, mengapa ku berkata demikian  karena sebenrnya jauh dari lingkungan hiruk pikuk diluar aku tergolong orang yangselalu ingin dimanja, aku mudah seklai merajuk karenanya, aku memang suka cuek namun aku sendiri sangat benci dicuekin.
Ketiga teman ku dan kelurgaku yang tentunya tahu bagaiman atbiat ku yang satu ini, ya dengan catatan para pembantu rumah tangga yang berada dirimah juga.
Kadang ku akan merajuk bila ketika aku memanggil aku tidak dihiraukan, aku meminta teman-temanku untuk kerumahku malah mereka ngacir kerumah pacar masing-masing.
Dan satu hal ini yang juga menjadi topic satu sekolah , karena kedekatanku dengan seseorang teman wanita bernama Aira , dia adalah teman satu kalas ku juga , namun dia berbeda (itu menurutku) . dia tak pernah mengagapku menjadi sosok yang mengagumkan, diamelihatku HANYA sebagai teman satu kelasnya , dan kurasa itu pun sudah cukup jelas baginya.
Awal pertemananku dengan aira dalah ketika ku berda di semester kedua tahun pertama aku sekolah disekolah itu. Kami satu kelompok kala itu dan aku harus mengerjakan tugas itu dirumahnya.
Dan cukup kalian tahu dia satu-satunya teman cewk yang pernah aku singgahi rumahnya. Aku dan elang hampir paling sering kerumahnya bahkan ayah dan ibunya mengetahui . namun lebih jauh dia tergolong anak yang santai , ia yang mendapat tatapan penuh selidik dari setiap keluarga yang datang kerumah  malah melongo dengan santainya ,ia berujar bahwa aku  sang pangeran tampan ini dan dirinya HANYA  teman dikelas dan semua keluarganya akan diam . aku merasa tidak diperlakukan sebagai seorang special inilah ynag membuat ku sering kesana, dan kadang tanpa sepengetahuanku elang mengunjunginya. Dan itu yang kadang membuatku terasa disisihkan . aira pun tak jarang pula ku ajak kerumah untuk sekedar ngumpul dengan ketiga sahabatku. 
Di sekolah aku dan dia hampir selau kontak entah kenpa aku dan elang kadang duduk untuk sekedar menyapa dan curhat masal dengannya. Dan itu cukup mebuatnya diusuhi oleh para kaum cewek yang tergolong fans dengan ku, elang, adan, maupun arman. Namun anehnya ia malah bersikap santai pada semua yang sisnis padanya,
Aku seorang penyuka basket dan renang hampir diseluruh kesempatan aku mengikuti kompetisi renang dan basket ia selalu ku minta untuk datang , sering tak sadar aku melemparkan handukku tepat di dekatnya dan itu merupakna petaka baginya karena semua cewk-cewek itu akan menghampirinya .
Bahkan pada kompetisi sekolah  aku  tidak meminta siapa-siapa di sekolah untuk hadir melainkan aira . kadang dia menolak untuk datang ya, dengan konsekuensi ku taruhan padanya . dan aku selalu menjanjikan kemenangan bila aku kalah dia akan pulang itu ancamnya. Nah kalau cerita pacar ku, dia senang sekali menari bahkan dalam suatu kesempatan kompetisi dance aku datang dan aku meminta aira untuk berhadir,(tanpa spengetahuan pacarku tentunya) . aira mnegancam akan langsung pulang jika dia datang namun ku tetap cuek disana..
Aku dinilai terlalu manja padanya itu ujaran kakakku yang seorang permpuan , dia tahu persis bahwa cewek manapun jika terlalu diharapkan akan merasa berubah perasaanya. Namun itu mustahil bagiku. Dia tak suka orang yang sepertiku bahkan mantannya adlah sang mantan ketua OSIS . bahkan sekarang dia terlihat jalan dengan ketua MPK yah,,, dia cendrung suka orang yang serius , bukan sepertiku ka.!! Namun kali ini kaka bergeming jika bukan dia, aku katanya yang akan menjadi sangat cinta dan tergantung padanya . masa??? Yang jelas dia bukan tipeku.

Selanjutnya kalian pasti tahu bhawa kau memiliki dua sifat, pertama sebgai orang yang selalu di anggap penting dan istemewa serta satu peran lagi yaitu anak rumahan yang manja dan suka mengatur , dua sisi yang tak pernah ada yang mendalami termasuk keluargaku.
Ia hanya aira yang tau itu, aku kadang bersikap sebagai tuan muda padanya namun kadang ku bagai nak kecil yang ingin dilindungi. Terhadap sahabatku sellau bersikap natural yaitu tak seperti tuan muda dan anak kecil aku dewasa dalam menempatkan diri. 
Anak-anak perempuan itu pasti tidak pernah menyangka , kalau pangeranya Ini kadang mellow sendiri, kesepian , dan what ever yang pasti aku ingin mereka tidak menerka ku lebih jauh,,,
Sebentar lagi aku akan lepas dari masa putih abu-abu aku tak yakin kalau akau bisa menjadi sosok ku sendiri , entahlah mungkin jika ku berpisah dengna anak-anak cewek itu aku akan tenang atau aku malah merendukan eluan mereka nantinya.
Yang jelas ku masih remja, aku bebas mencari dan menemukan jatidiri ku , akankah mereka masih ingat itu pertanyaan mudah . yang kuragukan adalah bagaimana bisa sikap dan sifatku ini cukup untuk masaku sekarang .
Sebaiknya aku hapus semua memori tentang dua sifatku, belajar menjadi aku sesungguhnya. Walau kondisiku sekarang aku dianggap sempurna , sungguh tak ada kata itu ketika kau Tanya pada aira.
Mungkin aira akan menjawab aku naknya bawel, cerewet, semaunya, ngambekan, dan mungkin dia akan mengatakan bahwa aku romantic , ya tunggu saja masanya..
Ceritaku belum berakhir dan takan berakhir.
#cerita ini hanya untukmu dariku – Bayu Andrian Wijaya

Hiaaa,, yang baca jangan ngelamun gituu… J ini mah fiktif belaka jika ada kesamaan nama, tempat dan lain sebagainya mohon dimaklumi ..
 See you


Komentar

Postingan Populer