Naksir orang yang sama?
Banyak cerita tentang hubungan persahabatan yang biasanya dijalin entah laki-laki atau perempuan, dan kebiasaan mereka pula yang biasanya membentuk karakter yang kurang lebih sama. Bahkan ada orang yang mengatakan " kalau temenan sama tukang minyak wangi badan pasti ikut wangi" ya karena dasarnya karakter selain dibentuk keluarga, pendidikan, dan lingkungan tetap berpengaruh. Siapa teman mu akan membentuk pemikiran orang tentang mu.
Itu tentang karakter, tak jarang terbiasa bertukar pendapat tentang pendamping impian sepasang sahabat bisa saling mempengaruhi kreteria pasangan idaman. Kenapa bisa demikian? Karena pola pikir yang terbentuk kala bersama sahabat itu sendiri yang membuat dua orang sahabat kemungkinan punya karakter idaman yang hampir serupa. Meski banyak pula yang tetap mempertahan kan tipe ideal yang mereka impikan sejak dulu kala.
Banyak yang tidak berani sharing tipe nya pada orang lain banyak pula yang gemar memendam, jadi cukup tau sendiri dan tak perlu orang lain tau. Untuk hal yang demikian yang rawan pasalnya dia tak pernah bercerita tipe ideal nya tak pernah bercerita karakter impian nya dan saat sang sahabat bilang dia suka dengan si A dan berharap punya pasangan seperti itu kebanyakan teman yang lain akan mengubur rapat kisahnya, sekalipun dia sudah lebih dulu mengklaim pada hatinya. Namun tipe seperti ini juga memiliki keuntungan dia tak perlu sungkan dengan sahabatnya, tak perlu bertengkar tentang hal yang belum tentu dimiliki nya dan biasa nya tipe seperti ini membawa masalahnya ke hadapan Yang Maha Pencipta.
Takut dan menghindar, saat sudah melewati fase ternyata memiliki kesamaan karakter impian biasanya kalau memang seorang tersebut mulai terlihat mendekat yang ada kita akan risih dan takut. Dalam hati senang kehadiran kita dihargai namun satu sisi sahabat hatinya akan sakit. Yah menghindar dan hanya berharap pada Pemilik Kehidupan jelas pilihan tepat.
Tapi beberapa hal diatas berlaku bagi mereka yang hatinya masih tulus dan tak mau merusak tatanan persahabatan, banyak juga kasus yang saya temui mereka melupakan bahwa mereka bersahabat hanya karena berebut perhatian lawan jenis dalam hal ini orang yang sama. Harga persahabatan mereka tak berarti saat sudah dihadapkan pada ego masing masing.
Tidak perlu menjadi orang lain agar dicintai, karena cinta itu lahir dari hati yang bersih yang mana tentu dititipkan oleh Sang Maha Pemilik Cinta dan Dia pula yang pantas menyatukan dua makhluk dalam ikatan yang di Ridhoi Nya.

Komentar
Posting Komentar